Teknik Menggunakan Desain Interior Industrial

Teknik Menggunakan Desain Interior Industrial

Untuk mendapatkan tampilan estestis yang cukup menarik dan juga indah pada hunian tempat kalian tinggal, desain interior pada dasarnya mempunyai peran yang cukup penting untuk menutupi material atau bahan dasar yang telah dipakai seperti furniture kayu harus diberikan finishing, plafon juga harus di tutup rapat dengan memanfaatkan gipsum dan juga untuk tembok semen sebaiknya perlu dilapisi dengan cat atau ditutupi dengan stiker seusai dengan selera kalian.

Tetapi, berbeda cerita dengan desain interior industrial dimana tidak perlu takut untuk memperlihatkan penggunaan material-material kasar secara terbuka. Justru material tersebut bisa memberikan kesan yang indah berbeda dan konsep ini tentu saja lebih berkarakter pada hunian.

Lalu, bagaimana caranya membuat interior dengan bergaya industrial kedalam hunian kita? Yuk, coba terapkan lima teknik desain interior industrial yang sudah dirangkum oleh yunaforum.com dari berbagai sumber yang ada:

1. Perpaduan Furnitur Bergaya Modern dan Vintage

Perpaduan Furnitur Bergaya Modern dan Vintage
sumber foto dari: www.booking.com

Karena interior industrial ada dari abad ke-19 tentu pengaruh dari desain dengan gaya vintage juga tidak boleh di abaikan begitu saja. Elemen vintage pada interior industrial pada umumnya hadir melalui furnitur dan aksen yang bermotif.

Kesan vintage juga harus di seimbangi dengan unsur-unsur ruangan dengan gaya yang cukup moderen baik untuk furnitur, dekorasinya maupun sampai dengan arsitektur ruangannya. Kalian juga bisa menaruh sofa kulit vintage dengan coffe table berbahan kaca untuk menghadirkan gaya industrial yang lebih maksimal lagi.

2. Pipa yang Terekspos Jadi Aksesoris Esensial

Pipa yang Terekspos Jadi Aksesoris Esensial
sumber foto dari: freshome.com

Masih kembali memanfaatkan material besi dan juga komponen pabrik, interior industrial tidak pernah menampilkan dekorasi yang cukup membosankan atau monoton dan minim. Pada interior industrial pipa besi pada dasarnya sengaja dibiarkan terpasang untuk melintasi setiap sudut yang ada di ruangan. Bahkan bentuk dari pipa tersebut terkadang dilapisi dengan warna abu-abu atau hitam, dengan adanya instalasi pipa siap memperkuat tampilan maskulin dari salah satu komponen industrial lainnya.

Ditambah lagi elemen pencahayaannya juga bisa memberikan kesan industrial pada ruangan. Dengan memanfaatkan lampu model eddison light (lampu gantung) yang berbahan besi juga bisa memberikan karakter dari interior industrial tersebut.

3. Penggunaan Material Kayu dan Logam

Penggunaan Material Kayu dan Logam
sumber foto dari: nonagon.style

Salah satu identik dari konsep industrial adalah dengan memanfaatkan material yang di gunakan. Material inti yang biasa dipakai pada desain industrial adalah dengan menggunakan bahan kayu dan juga logam. Pada dasarnya kedua material ini di manfaatkan hanya untuk furnitur dan juga struktur pada bangunan seperti tangga, kabinet, kursi dan juga meja.

Kayu yang telah dipakai dibiarkan begitu saja tanpa harus ditutupi sehingga tekstur yang terlihat terlebih kasar tanpa adanya finishing. Selain itu, logam yang dipakai yaitu baja, besi, alumunium dan juga stainless stell. Biasanya elemen logam ini dihadirkan dengan warna-warni maskulin seperti hitam dan silver sehingga terlihat seperti warna tersebut memiliki kesan yang tegas pada desain industrial.

4. Bata dan Semen Ekspos untuk Dinding dan Lantai

Bata dan Semen Ekspos untuk Dinding dan Lantai
sumber foto dari: www.home-designing.com

Salah satu ciri khas dari industrial adalah dengan menampilkan bata dan semen ekspos. Kedua bahan tersebut memberikan efek tampilan yang cukup unfinished pada sisi ruangan sehingga nuansa yang dihasilkan terlihat sangat artistik dan juga seperti lebih kasual.

Ketika kalian menggunakan konsep tersebut tentu ruangan terlihat seperti hidup, tetapi jika ingin memakai konsep ini maka penerapannya juga perlu diperhatikan jangan sampai salah dalam menerapkannya. Saran dari saya adalah jangan menerapkan dinding berbata ekspos dan juga lantai semen secara bersama, karena hal tersebut cukup kurang indah dilihat karena keduanya seperti saling merebut perhatian para penghuni. Jadi, sebaiknya dipisahkan saja supaya memiliki keindahannya masing-masing.

5. Penataan Ruangan Terbuka Dengan Minim Sekat

Penataan Ruangan Terbuka Dengan Minim Sekat
sumber foto dari: www.pinterest.jp

Konsep ini juga tidak boleh dilewatkan begitu saja, dalam interior dengan konsep industrial tentu tata ruang terbuka yang tidak dibatasi sekat masih mampu memberikan kesan lapang. Hal ini cukup penting karena banyaknya pemakaian material ekspos dengan berukuran yang besar lebih cenderung memakan tempat kosong pada ruangan. Maka dari itu, saran dari saya adalah sebaiknya menghilangkan sebagian dinding yang memisahkan ruangan dan manfaatkan furnitur sebagai pembatas fungsi ruang.

Jika kalian memiliki ketertarikan dengan desain interior industrial kedalam hunian maka jangan pernah ragu untuk mencoba beberapa cara di atas. Tidak perlu menerapkan kelimanya secara langsung, melainkan coba terapkan secara bertahap mulai dari meminimalisir sekar dan juga merapihkan ruangan supaya terlihat luas dan juga nyaman, dengan begitu kalian akan jauh lebih mudah untuk menata ulang konsep desainnya. Selamat mencoba!